Menu
Keluar Aplikasi


  April 2019
Çaka 1941  
Wuku
Bhatara
Bala
Durga
Ugu
Singajalma
Wayang
Sri
Kulawu
Sadana
Dukut
Baruna
Watugunung
Antaboga
Minggu
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Sabtu
Ingkel
  Wong     Sato     Mina    Manuk     Taru     Buku  
DAFTAR WEWARAN
Senin, 15 April 2019, Soma Keliwon Wayang
Eka Wara :   -
Dwi Wara :   Menga
Tri Wara :   Pasah
Catur Wara :   Laba
Panca Wara :   Keliwon
Sad Wara :   Paniron
Sapta Wara :   Soma
Asta Wara :   Brahma
Sanga Wara :   Dangu
Dasa Wara :   Suka
Purnama/tilem :   Penanggal 11
Sasih :   Jiyestha
Tahun Çaka :   1941
Pratiti :   Upadana
Ingkel Jejepan :   Patra
Watek :   Watu - Lintah
Sapta + Panca :   Urip = 4 + 8
Pararasan :   Aras Kembang
Lintang :   Pedati
Pancasuda :   Satria Wirang
Ekajalaresi :   Patining Amerta
Wuku :   Wayang
Ingkel Pandakan :   Mina
Bethara :   Sri   
Wewukon :   Basah Gede
  Ehep
  Carik Walangati
  Kala Sungsang
  • 04-04-2019. Tilem Kedasa
  • 10-04-2019. Buda Keliwon Ugu
  • 19-04-2019. Purnama Jiyestha
  • 20-04-2019. Kajeng Keliwon Uwudan
  • 20-04-2019. Tumpek Wayang
  • 24-04-2019. Buda Wage Kulawu
  • 26-04-2019. Hari Bhatara Sri
  • 30-04-2019. Anggar Kasih Dukut
HARI LIBUR
  • 03-04-2019. Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
  • 19-04-2019. Wafat Isa Al Masih
HARI PERINGATAN
  • 06-04-2019. Hari Nelayan
  • 07-04-2019. Hari Kesehatan Sedunia
  • 09-04-2019. Hari Penerbangan Nasional
  • 15-04-2019. Hari Zeni TNI AD
  • 16-04-2019. Hari Kopasus
  • 18-04-2019. Hari Konferensi Asia Afrika
  • 19-04-2019. Hari Hansip
  • 21-04-2019. Hari Kartini
  • 24-04-2019. Hari Angkutan Nasional
  • 27-04-2019. Hari Permasyarakatan Indonesia
  • 28-04-2019. Hari Puputan Klungkung Bali
  • Banyu Milir. Baik untuk membuat sumur, kolam, membuka jalan air, ngirisin (menyadap nira). (Alahing dewasa 3).
  • Carik Walangati. Tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. (Alahing dewasa 3).
  • Dina Carik. Tidak baik dipakai dewasa. (Alahing dewasa 2).
  • Geni Murub. Baik untuk segala pekerjaan yang mempergunakan api seperti membakar bata mentah, genteng, dan lain-lain. Tidak baik untuk membangun, mengatapi rumah. (Alahing dewasa 2).
  • Geni Rawana. Baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, bercocok tanam. (Alahing dewasa 2).
  • Gni Rawana Jejepan. Baik untuk mulai pekerjaan yang menggunakan api seperti membakar genteng, batu bata, keramik, gerabah, membuat senjata tajam (pande besi). Tidak baik mengatapi rumah, melaspas, dan bercocok tanam. (Alahing dewasa 2).
  • Kala Luang. Baik untuk membuat terowongan, menanam ketela atau umbi-umbian. (Alahing dewasa 3).
  • Kala Muas. Tidak baik untuk menanam sesuatu (bercocok tanam). (Alahing dewasa 3).
  • Kala Sungsang. Mengandung sifat/unsur terbalik, bertentangan, kontras. Tidak baik untuk melakukan karya ayu atau yadnya (Alahing dewasa 3).
  • Kala Tampak. Tidak baik untuk dewasa nikah (perkawinan). (Alahing dewasa 3).
  • Kala Upa. Baik untuk memulai mengambil/memelihara ternak (wewalungan). (Alahing dewasa 4).
  • Macekan Agung. Untuk membuat benda-benda runcing untuk pura seperti pengawin, tumbak, senjata pengider-ider dll. (Alahing dewasa 2).
  • Macekan Lanang. Baik untuk membuat taji, tumbak, keris, alat penangkap ikan. Tidak baik untuk upacara yadnya (Alahing dewasa 2).
  • Pamacekan. Baik untuk mengerjakan sawah/tegal, membuat tombak penangkap ikan. Tidak baik melaksanakan yadnya (Alahing dewasa 2).
  • Pepedan. Baik untuk membuka lahan pertanian baru. Tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. (Alahing dewasa 3).
  • Salah Wadi. Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut dll.) Pitra Yadnya (Penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti dll. (Alahing dewasa 3).
  • Tunut Masih. Baik untuk melas rare (bayi menetek), mulai mengajar/melatih ternak bekerja, membentuk perkumpulan (organisasi), memulai membuka sekolah atau perguruan, baik untuk nelusuk (mencocok hidung sapi atau kerbau) diisi tali pengikat. (Alahing dewasa 3).
  • Naga Naut. Tidak baik untuk dewasa ayu (Alahing dewasa 1).
  • Pararasan: Aras Kembang, Pancasuda: Satria Wirang, Ekajalaresi: Patining Amerta, Pratiti: Upadana
Pada saat kita memberi sesuatu kepada orang lain apapun bentukknya sebenarnya kita telah menerima. Apa yang kita terima? Yang kita terima adalah keheningan pikiran, hilangnya rasa stress, dan keindahan dunia. Syaratnya adalah pemberian itu harus tulus, tanpa pamerih apapun, dan tidak memberitahukan pemberian tersebut kepada siapapun.